Sunday, July 14, 2013

Dari Bedah Buku Ramadhan di Masjid Agung An Nur Pekanbaru


Perpecahan Membawa kepada Kesusahan

13 Juli 2013 - 09.45 WIB > Dibaca 164 kali Print

Laporan IDRIS AHMAD, Pekanbaru idris_achmad@riaupos.co

Dalam kehidupan ini manusia berhadapan dengan kemudahan dan kesusahan. Hakikatnya manusia menginginkan kemudahan dan ingin terhindar dari kesusahan. Namun dalam kenyataan manusia berbuat sesuatu justru untuk menyusahkan dirinya.

Ungkapan itu disampaikan Ustad Alwi Alatas dalam bedah buku karyanya yang berjudul Kalau Bisa Mudah Mengapa Dibuat Susah? di Masjid Agung Annur, Jumat (12/7).

‘’Ukhuwah itu membawa kepada kemudahan sementara perpecahan membawa kepada kesusahan,’’ ujarnya ketika itu.

Ia merasa prihatin, saat ini kondisi umat Islam yang berpecah belah. Menurut penulis buku yang saat ini sedang mengambil program doktoral sejarah di Universitas Islam Antarabangsa Malaysia itu, sejarah telah membuktikan bahwa perpecahan akan membawa kepada kesusahan.

Alwi mencontohkan, saat perang salib pasukan musuh bisa menguasai Al-Aqsha karena umat Islam saat itu terpecah. ‘’Bukan karena musuh kuat, justru umat Islam saat itu lebih kuat, tapi karena umat saat itu berpecah belah. Sekarang ini lebih parah lagi, sudahlah kondisi umat Islam lemah, berpecah belah pula. Tambah babak belur,’’ ungkapnya.

Padahal tambahnya, ajaran Islam menghendaki kemudahan bagi umatnya. Ia mengemukakan, solusi untuk terhindar dari perpecahan adalah berlapang dada terhadap saudara sesama muslim.

Buku yang dibedah pada hari kedua program Bedah Buku Ramadan tersebut menguraikan berbagai kisah-kisah inspiratif tentang kesusahan dan kemudahan dalam hidup.

Hadir sebagai pembanding dalam bedah buku tersebut Ustad Dr Musthafa Umar. Ia menjelaskan, menghadapi kesusahan yang dirasakan dengan cara ridho, sabar, istiqomah dan mengambil hikmah dari kesusahan tersebut.

Bedah buku Ramadan 1434 H telah berlangsung mulai Kamis (11/7) hingga Senin (29/7). Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama Majelis Taklim Masjid Agung Annur, Tafaqquh Study Club, RSIA Zainab dan Forum Silaturrahim Remaja Masjid Muthmainnah.

Selain Alwi Alatas dari Kualalumpur, beberapa pembicara juga penulis buku terkait seperti 77 Tanya Jawab Sholat oleh Abdul Somad Lc MA, Mendidik Karakter dengan Karakter oleh Ida S Widyawati (dari Jakarta), Tafsir Tadabbur oleh Fathuddin Ja’far MA (Jakarta), Mengenal Al-Quran oleh Romi Yuhendrizal Alhafidz serta Presentase Software Digital Islam oleh tim Maktabah Kubro (Solo).

Penanggugjawab Bedah buku Abdul Malik Al-Munir mengemukakan, kegiatan tersebut gratis dan terbuka untuk umum. Setiap hari acara dimulai pukul 09.30 hingga 11.30 WIB.(ira)

http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=31632&kat=16#.UeQXM42krcA

Testimoni



Testimoni beberapa penulis buku:

"Saat membaca buku karya Alwi Alatas ini, ada dua hal yang menggoda untuk dibaca. Pertama, buku ini memaparkan bahwa jika kita yakin agama Islam ini sempurna, maka sungguh agama ini telah memberi jalan keluar untuk semua masalah yang kita hadapi. Kedua, buku ini mengajarkan kepada kita, justru karena kita berpegang pada tuntunan ajaran Islam, kita harus optimis, memudahkan, dan tidak mempersulit. Inilah sisi paling berharga dari buku ini, di samping pembahasannya yang ringan, mengalir, dan berisi."

Mohammad Fauzil Adhim (Penulis buku 'Kupinang Engkau dengan Hamdalah' dan 'Mencari ketenangan di Tengah Kesibukan')



"Mudah dan susah dalam kehidupan sering kali murni hanya masalah mentalitas. Segala sesuatu akan mudah jika mental kita siap. Jadi susah jika mental kita tidak siap. Buku ini membantu anda meyiapkan mentalitas itu...."

Iman Supriyono (Penulis buku 'Financial Spiritual Quotient'/ FSQ)



"Saya menyimak banyak inspirasi dari KALAU BISA MUDAH, Mengapa Dibuat Susah? Dobrak Kebekuan Tembus Kebuntuan. Buku "MUDAH" ini bnyak ungkap hal2 sederhana yg TAK TERDUGA utk memantik KESADARAN JIWA utk Muhasabah n BERBENAH."

Solikhin Abu Izuddin (Penulis buku 'Zero to Hero')




Testimoni pembaca:


"Memang mencerahkan .... Sederhana, tapi 'nendang'.

Pirman (FB)

Informasi buku



Judul: Kalau Bisa Mudah, Mengapa Dibuat Susah?

Penulis: Alwi Alatas

Penerbit: Pro-U Media (Yogyakarta)

Tahun terbit: 2013

Harga: Rp. 42.000,00

Tebal: 298 hlm



Deskripsi:

Buku ini berisi kisah-kisah inspiratif serta hikmah di baliknya. Semuanya berkenaan dengan kemudahan dan kesusahan dalam hidup. Edisi bahasa Melayu buku ini telah diterbitkan pada tahun 2012 di malaysia dengan judul 'Mudahkan, jangan Susahkan' dan termasuk buku bestseller di sana. Para pembaca diharapkan mendapat pemahaman, ibrah, serta motivasi dengan membaca buku ini.

Buku bisa dibeli secara online di http://www.proumedia.co.id/buku-baru/details/201/18/buku-baru/kalau-bisa-mudah-mengapa-dibuat-susah