Manusia dalam hidupnya selalu berhadapan dengan berbagai hal yang mudah ataupun yang menyusahkan dirinya. Tentu saja manusia akan selalu berusaha menghindar dari kesusahan dan mengharapkan kemudahan dalam hidupnya. Tetapi, kesusahan itu selalu saja datang dari waktu ke waktu. Hal itu tidak perlu membuat sedih ataupun putus asa, karena tak selamanya kesusahan itu buruk, dan setelah kesusahan tentu akan ada kemudahan.
Buku ini berbicara tentang kesusahan dan kemudahan dengan bahasa yang ringan. Hampir setiap bagiannya berisi kisah serta hikmah di baliknya. Semua berkenaan dengan susah dan mudah. Kisah-kisah ini ada yang diambil dari pengalaman pribadi penulisnya, pengalaman hidup orang lain, kisah dari sejarah, serta beberapa cerita yang mengandung hikmah lainnya.
Buku ini juga mengingatkan kepada para pembaca bahwa kesusahan itu seringkali dibuat oleh manusia sendiri dan disebabkan oleh mentalitas susah yang ada dalam diri manusia. Judul buku ini sendiri seolah menyindir kecenderungan yang ada dalam birokrasi
pemerintahan di Indonesia yang kabarnya suka menyusahkan warga negaranya.
naskah: subagus indra I
foto: rangga yudhistira
Majalah Al-Falah (YDSF), edisi 307, Dzulqa'dah-Dzulhijjah 1434H, Oktober 2013
