Thursday, August 22, 2013

Testimoni seorang pembaca di Malaysia

ini versi indonesia..versi malaysia nya [mudahkan jangan susahkan] sudah saya beli dan selesai baca..semua isi kandungan didalam buku ini benar-benar menjadi motivasi kepada saya didalam menjalani kehidupan seharian..rasa kenyang, tenang dan datangnya kekuatan jiwa/rohani dan fikiran/minda bila membaca buku-buku tulisan syed alwi alatas...

bukan memuji si penulis secara berlebih-lebihan tapi siapa yang telah membaca buku-buku tulisan beliau sahaja yang tahu maksud dan kebenaran kata-kata saya ini..cuba lah beli dan baca sebuah dahulu buku tulisan saudara syed alwi ini, saya yakin dan pasti, anda akan mencari-cari dan seterusnya membeli buku-buku beliau yang lainnya..

pengalaman saya sendiri, kali pertama anak saya mendapat hadiah buku dan salah sebuah buku tersebut adalah buku tulisan syed alwi, selesai menghabiskan membaca buku tersebut, saya terus mencari di internet buku-buku tulisan syed alwi yang lainnya, setelah itu saya ke kedai-kedai buku untuk mencari dan membelinya tapi agak sukar menemuinya kerana samada tiada dijual dikedai tersebut ataupun kehabisan stok, namun usaha saya ke MPH di Mydin Melaka berhasil menemui kesemua buku-buku syed alwi yang di terbitkan di Malaysia,

Alhamdulillah..kini saya telah mempunyai 4 buah buku tulisan beliau dan In Shaa ALLAH bakal membeli sebuah lagi buku tulisan beliau yang terbaru bertajuk 'mencari husnul khatimah'..

https://www.facebook.com/ida.ibrahim.1/posts/605176309527132?ref=notif¬if_t=story_reshare

Friday, August 16, 2013

Semudah Ini!

Review Media Indonesia

21 Juli 2013



BAYANGKAN jika Anda hidup kaya, berlimbah harta, tidak pusing mencari pekerjaan, mendapatkan sesuatu yang sangat didambakan,
punya anak yang patuh dan mudah melakukan apa saja. Bagaimana perasaan Anda jika semua itu Anda dapatkan tiba-tiba atau begitu saja?

Tentu rasanya senang dan bangganya hanya sesaat. Beda kalau Anda memperolehnya dengan bersusah payah, menempuh berbagai rintangan dan pernah mencicipi kegagalan.

Buku ini berisi penggalan cerita liku kehidupan yang dikemas ringan, tetapi penuh makna. Perjuangan kita sekecil apa pun tidak akan sia-sia. Meskipun belum kelihatan hasilnya sekarang, mungkin besok. (*/M-2)

(Kalau Bisa Mudah, Mengapa Dibuat Susah?/ Penulis Alwi Alatas/Penerbit Pro-U Media/ISBN 978602-7820-03-6)



Friday, August 9, 2013

Kalau Bisa Mudah, Mengapa Dibuat Susah? - Bersamadakwah

Senin, 05 Agustus 2013 | 12.30 WIB

Judul : Kalau Bisa Mudah, Mengapa Dibuat Susah?
Penulis : Alwi Alatas
Penerbit : Pro-U Media - Yogyakarta
Cetakan : I,2013
Tebal : 298 Halaman ; 14 x 20 cm
ISBN : 978-602-7820-03-6



Kemudahan hidup adalah dambaan setiap manusia. Karena kemudahan adalah tabiat penciptaan manusia oleh Sang Maha Pencipta. Allah telah menciptakan manusia lengkap dengan seluruh sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Tidak ada satupun kebutuhan manusia kecuali Allah telah menciptakan pemenuhannya. Ini adalah nikmat. Sayangnya, kemudahan yang Dia berikan seringkali disalahmaknai sehingga berubah menjadi kesusahan.

Sebagaimana laki-laki yang diciptakan dengan perempuan sebagai pasangannya, begitupun dengan kemudahan. Sehingga kesusahan menjadi sebuah kepastian. Yang perlu dicatat, kesusahan selalu dihadirkan bersamaan dengan dua kemudahan. Kesusahan juga mempunyai maksud mulia di belakangnya. Ia diciptakan oleh Allah untuk mengetahui kualitas penghambaan kita kepadaNya.

Jika mau membuka mata hati, sesungguhnya kemudahan hidup ada di sekitar kita. Bentuknya banyak, cara menggapainya pun sederhana. Apalagi ketika kita dibungkus dengan sebuah identitas kesucian : Islam. Maka secara otomatis, Islam yang diiringi iman akan mengantarkan kita pada kemudahan di dunia dan kebahagiaan di akhirat.

Satu diantara bentuk kemudahan itu adalah senyum. Aktivitas menyehatkan yang bernilai sedekah ini merupakan salah satu ciri kebahagiaan seorang hamba. Orang yang bahagia dan merasakan kemudahan dalam hidupnya akan banyak tersenyum, sedangkan orang yang merasa susah dan dan banyak masalah, wajahnya akan terlihat murung. Saat mendapati wajah seseorang dalam keadaan suram dan sedih, bisa ditebak bahwa ia tengah merasakan kesusahan dalam hidupnya. (Hal 53)

Sederhana juga menjadi ciri khas kemudahan. Sederhana adalah melakukan sesuatu sesuai dengan kadarnya. Tidak berlebihan juga tidak meremehkan. Sikap inilah yang membuat mental seseorang stabil karena bersikap ala kadarnya. Tidak dibuat-buat. Perbuatan mereka mengalir, tanpa perlu aneka macam jenis kepura-puraan yang tidak perlu.

Suka memberi hadiah juga menjadi salah satu kuncinya. Dimana Nabi sudah mencontohkan bahwa memberi hadiah bisa membuat seseorang saling mencintai. Dalam buku yang best seller di Malaysia ini, penulis dengan cerdas mengangkat sebuah cerita berkesan tentang suami romantis.

Suami pekerja keras itu selalu membawa buah tangan setiap kali pulang kerja. Apapun. Suatu malam, ia pulang larut. Karena ada deadline. Ia pun tidak menjumpai kedai penjual ole-ole atau makanan yang masih menjajakan dagangannya.

Tak kehabisan akal, ia teringat kalau di depan rumahnya ada pohon mawar yang sudah berbunga. Maka dengan senyum, ia melangkahkan kaki menghampirinya. Setelah dipetik dengan sempurna, ia melangkah menuju rahang pintu. Diketuklah pintu itu sepelan mungkin.
Tak berselang lama, keluarlah Sang Permaisuri hatinya. Sesaat setelah salam dijawab, diulurkanlah bunga hasil petikannya. Dengan lembut, Sang Pangeran berkata, “Maaf, Dik. Saya kemalaman. Di luar sudah tidak ada orang berjualan. Jadi oleh-olenya bunga ini saja ya.”
Yang diberi setangkai mawar tersenyum. Tersipu malu.

Keesokan harinya, ia kembali terlambat. Diputarlah otak. Apa yang akan dihadiahkan untuk istri yang setia mendampinginya sepanjang hidup itu. Dalam jenak, dilihatlah batu kecil di dekatnya berdiri. Diambil. Lalu dicuci. Setelah mengetuk pintu, sang istri membuka dengan senyum yang meneduhkan.

Suara sang suami baik hati itu kemudian memecah keheningan, “Dik, di luar sudah tidak ada penjual ole-ole. Mawarnya juga belum mekar. Ini abang cuma bawain batu.”
Sang istri bertanya bingung, “Batu? Untuk apa, Bang?”
Dengan tetap mengulum senyum, Sang Suami berujar lirih, “Untuk menggosok badan ketika mandi.”

Begitulah. Kemudahan itu ada di sekitar kita. Ia akan mengantarkan kita pada kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat. Tapi harus diingat. Ia harus dijalankan dalam rel undang-undang langit yang termaktub dalam al-Aqur’an dan Sunnah.

Buku ini menyajikan sebuah perspektif lain dalam menyikapi hidup. Sajian yang mengalir, runut dan berdasarkan fakta membuat buku ini mempunyai nilai lebih. Sehingga sangat sayang jika terlewatkan dari daftar baca dan koleksi pembaca sekalian.

Jika Parlindungan Marpaung berhasil menulis Setengah Isi Setengah Kosong menjadi best seller nasional, insya Allah buku ini pun akan bernasib serupa. Apalagi, di dalamnya banyak terdapat cerita-cerita islami yang wajib kita ketahui dan kita ambil hikmahnya dalam menjalani kehidupan yang makin ganas ini.



Penulis : Pirman
Penulis Antologi Surat Cinta Untuk Murobbi dan sejumlah buku lainnya
Penulis resensi di sejumlah media cetak
Facebook: usman.alfarisi.9

http://www.bersamadakwah.com/2013/08/kalau-bisa-mudah-mengapa-dibuat-susah.html

Suami yang romantis

By Pirman (FB)

Saya terkesan dengan cerita di bawah ini. Cerita yang akan saya tulis ulang secara merdeka dari bukunya ustadz Alwi Alatas yang berjudul, Kalau Bisa Mudah Mengapa dibuat Susah?

***

Adalah seorang suami yang baik hati. Lembut perasaannya. Ia adalah seorang pekerja keras. Penyayang kepada istri, mencintai anak-anaknya. Satu hal yang menjadi kebiasaan laki-laki ini adalah selalu membawa buah tangan setiap ia pulang kerja.

Kadang, ia membawa martabak. Kadang, kacang ijo anget. Kadang, bakso. Dan seterusnya.

Ketika ia punya larut malam dan tidak menemui satupun penjual makanan, ia tak kehilangan akal. Kreatif. Diketuklah pintu surganya dengan sangat hati-hati. Dan setelah keluar sang bidadari penghuni rumahnya, ia berujar lembut, "Maaf. Mas pulang terlalu malam. Ada deadline."

Ketika sang bidadari mengangguk dan menyiramkan senyumnya, sang suami mengulurkan sesuatu dari tangan kanannya, "Diluar sudah tidak ada penjual ole-ole. Mas kasih ini aja untuk adik." Setangkai bunga mawar yang dipetik dari tanaman mawar yang di depan rumah keluarga kecil itu.

Yang dikasih mawar, tersipu malu. Dan mempersilahkan pangerannya itu masuk.

Esok harinya, ia kembali pulang larut malam. Ia berpikir. Masa' mawar lagi? Diapun mengambil batu kecil di pinggir jalan. Lalu sebelum masuk, dibasuhlah batu tersebut. Dengan sangat hati-hati, kembali diketuk pintu surganya itu. Setelah pintu terbuka, diciumlah tangan sang Pangeran. Oleh bidadarinya. Dan sebelum masuk, pangeran menyerahkan batu yang sudah dipersiapkan.

Yang diberi bertambah bingung. Kemarin mawar. Sekarang kok batu? "Batu buat apa, Mas?" Dengan tetap menyiramkan senyum, yang ditanya menjawab santai, "Penjual ole-ole sudah tutup semua. Mawar kemarin sudah. Belum mekar lagi. Nah, batunya sudah Mas cuci. Buat gosok badan waktu mandi ya."

***

Begitulah. kejutan itu selalu menyenangkan. Apalagi kejutan yang berdasarkan cinta. Cobalah, rencanakan kejutan. Sesering mungkin, sekecil apapun untuk orang yang kita cintai. Baik suami, istri, bapak, ibu, adik, kakak, anak, sahabat ataupun musuh kita.

Karena kata nabi, "Berilah hadiah. Agar kalian saling mencintai."

Kalau bisa mudah

Kalau Bisa Mudah Mengapa Dibuat Susah?

By Pizaro on August 2, 2013

kalau bisa mudah

SEANDAINYA manusia dihadapkan pada dua pilihan: kesusahan dan kemudahan, tentu mereka akan memilih kemudahan. Karena pada dasarnya, manusia lebih menyukai kemudahan daripada kesusahan. Masalahnya, kehidupan ini tidak melulu berisi kemudahan. Ya, ada banyak hal yang menyusahkan di dalamnya. Suka atau tidak, kita pasti akan berurusan dengan yang namanya kesusahan. Akan tetapi, kita tidak perlu sedih karena sebenarnya kesusahan bisa memberikan banyak pelajaran dan membawa kita pada kesuksesan hidup. Bukankah semua keberhasilan dan prestasi berawal dari sulit dan berlikunya jalan?

Yang penting, jangan mencari-cari kesusahan dan jangan berdoa meminta kesulitan. Berpikirlah sederhana, usahakan yang mudah karena itu sesuai dengan naluri manusia dan itu sejalan dengan yang dikehendaki agama. Ini juga yang disebutkan di dalam Al-Qur`an surat Thaahaa ayat dua, Kami tidak menurunkan Al-Qur`an ini kepadamu agar kamu menjadi susah. Namun, jika kesusahan datang merapat, jangan mengeluh atau mengumpat. Hadapi saja dengan tegar dan jadikan ia sebagai tantangan yang mendorong semangat kita menjadi lebih besar. Pada intinya, susah jangan dicari, tapi kalau ia datang kita tak perlu lari.

Buku ini berisi kisah-kisah tentang kesusahan dan kemudahan dalam hidup. Hampir di setiap bagian buku ini berisi kisah yang mengandung hikmah dan memberikan inspirasi. Buku ini berusaha menjelaskan bahwa mengusahakan yang mudah itu penting dan betapa kita sering gagal mendapatkannya disebabkan cara berpikir dan bertindak kita yang tidak sesuai. Di sisi lain, kesusahan juga penting. Banyak contoh kisah keberhasilan manusia yang justru diawali dengan kesusahan hidup.
Akhirnya, Kalau Bisa Mudah, Mengapa Dibuat Susah merupakan buku yang ringan dan mudah untuk dibaca. Selain itu, ia bisa menjadi teman dan pembangkit motivasi dalam menghadapi kesusahan serta meraih kemudahan dalam hidup. Selamat membaca!

Penulis : Alwi Alatas
Halaman : 298
Dimensi : 14×20 cm
Berat : 200 gram

http://islampos.com/kalau-bisa-mudah-mengapa-dibuat-susah-72161/