Friday, August 9, 2013

Suami yang romantis

By Pirman (FB)

Saya terkesan dengan cerita di bawah ini. Cerita yang akan saya tulis ulang secara merdeka dari bukunya ustadz Alwi Alatas yang berjudul, Kalau Bisa Mudah Mengapa dibuat Susah?

***

Adalah seorang suami yang baik hati. Lembut perasaannya. Ia adalah seorang pekerja keras. Penyayang kepada istri, mencintai anak-anaknya. Satu hal yang menjadi kebiasaan laki-laki ini adalah selalu membawa buah tangan setiap ia pulang kerja.

Kadang, ia membawa martabak. Kadang, kacang ijo anget. Kadang, bakso. Dan seterusnya.

Ketika ia punya larut malam dan tidak menemui satupun penjual makanan, ia tak kehilangan akal. Kreatif. Diketuklah pintu surganya dengan sangat hati-hati. Dan setelah keluar sang bidadari penghuni rumahnya, ia berujar lembut, "Maaf. Mas pulang terlalu malam. Ada deadline."

Ketika sang bidadari mengangguk dan menyiramkan senyumnya, sang suami mengulurkan sesuatu dari tangan kanannya, "Diluar sudah tidak ada penjual ole-ole. Mas kasih ini aja untuk adik." Setangkai bunga mawar yang dipetik dari tanaman mawar yang di depan rumah keluarga kecil itu.

Yang dikasih mawar, tersipu malu. Dan mempersilahkan pangerannya itu masuk.

Esok harinya, ia kembali pulang larut malam. Ia berpikir. Masa' mawar lagi? Diapun mengambil batu kecil di pinggir jalan. Lalu sebelum masuk, dibasuhlah batu tersebut. Dengan sangat hati-hati, kembali diketuk pintu surganya itu. Setelah pintu terbuka, diciumlah tangan sang Pangeran. Oleh bidadarinya. Dan sebelum masuk, pangeran menyerahkan batu yang sudah dipersiapkan.

Yang diberi bertambah bingung. Kemarin mawar. Sekarang kok batu? "Batu buat apa, Mas?" Dengan tetap menyiramkan senyum, yang ditanya menjawab santai, "Penjual ole-ole sudah tutup semua. Mawar kemarin sudah. Belum mekar lagi. Nah, batunya sudah Mas cuci. Buat gosok badan waktu mandi ya."

***

Begitulah. kejutan itu selalu menyenangkan. Apalagi kejutan yang berdasarkan cinta. Cobalah, rencanakan kejutan. Sesering mungkin, sekecil apapun untuk orang yang kita cintai. Baik suami, istri, bapak, ibu, adik, kakak, anak, sahabat ataupun musuh kita.

Karena kata nabi, "Berilah hadiah. Agar kalian saling mencintai."

No comments:

Post a Comment